Beberapa Penyakit pada ikan Koi dan Cara Mengatasinya

Dalam memelihara ikan koi, seiring dengan bertambahnya waktu dan usia pemeliharan ikan akan muncul berbagai macam perubahan yang dapat mempengarui kesehatan ikan koi kita, hal ini di sebabkan oleh banyak faktor seperti suhu, sisa-sisa makanan ikan, kotoran ikan dan banyak hal lain, sehingga kita di haruskan mengetahui setidaknya beberapa hal penyebab dan penyakit yang kemungkin besar akan timbul seiring waktu erjalan dalam pemeliharaan ikan koi kita.

A. Faktor Apa Saja yang Sering Menimbulkan Penyakit Pada Koi dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Yang menjadi sumber utama penyakit pada koi adalah kualitas air. Selain kotoran (feces) dan sisa makanan, penyebab kotornya air bisa berasal dari mucus atau lendir yang tebal. Fungsi mucus adalah sebagai pelindung bagian luar tubuh koi supaya kotoran tidak kontak langsung dengan kulit ikan. Lendir ini selalu berganti sesuai dengan pertumbuhan koi, artinya semakin bertambah umur dan ukuran koi, akan semakin banyak juga lendirnya.

Jika koi berada di dalam air yang kotor, kondisinya menjadi rawan terhadap gangguan penyakit yang disebabkan oleh parasit dan bakteri. Air yang kotor juga menyebabkan koi menjadi gampang stres, akibatnya daya tahan tubuhnya bisa menurun.

 


B. Bagaiana Cara Mengenali Gejala Penyakit pada Koi

Cara yang umum dilakukan untuk mengenal gejala penyakit adalah menangkap koi yang sakit dari dalam kolam lalu memeriksanya dengan teliti. Koi yang sakit ditandai dengan kelebihan lendir pada tubuhnya. Yang tak kalah penting,periksa juga insangnya,dan pastikan tidak terdapat benjolan,luka,atau busuk. Salah satu gejala awal koi yang sedang sakit adalah enggan mengerakan sirip-siripnya. Koi tersebut cenderung merapatkan siripnya ke sisi badan.


Jenis Penyakit Apa Saja yang Sering Menyerang Koi dan Bagaimana Cara Mengatasi Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang koi sebagai berikut :

a. Luka Tergores
Luka ini biasanya disebabkan oleh perilaku koi sendiri,misalnya berusaha melompat dari kolam ,tergeser ornamen kolam atau terluka karena hewan piaraan ,yang menyebabkan infeksi. Untuk mencegah infeksi sebaiknya koi direndam kedalam larutan Monafuracin selama 4-5 hari.Dosis yang dipakai disesuaikan dengan anjuran pada kemasan.

 b. Penyakit Lumpur
penyakit ini terjadi karena kulit koi mengalami iritasi dan pembuluh darahnya terinfeksi bakteri. Akibatnya, koi menjadi kotor seperti dilumuri lumpur. Penyebabnya adalah pemberian pakan yang berlebihan, terutama pakan yang mengandung protein. Untuk mempercepat penyembuhan lakukan perendaman dengan garam dapur 10% setiap hari dan biarkan selama 1 jam sampai ikan benar-benar sembuh. Alternatif lain, gunakan beberapa tetes Merchurochrome dicampur dengan satu sendok teh Aureomycin ke dalam pakan koi.

 

 

 c. Batang Insang Berjamur
Gejala koi yang terinfeksi penyakit ini adalah nafsu makan yang berkurang dan malas menggerakkan insang. Biasanya jamur cepat menyebar jika kondisi kolam terlalu kotor dan suhu kolam sangat tinggi. Penyakit bisa menjadi semakin parah jika pakan diberikan secara berlebihan. Untuk mengatasinya, rendam koi ke dalam campuran 0,1 gram Green F dalam 10 l aira tau masukkan 1 sendok the Aureomycin ke dalam 10 liter air bersih. Sesuaikan lama perendaman dengan petunjuk pemakaian pada kemasan obat.

d. White Spot
Penyakit yang sering disebut ich ini disebabkan oleh parasit Ichtyophtirius. Gejalanya berupa munculnya bercak-bercak putih yang menyebar ke seluruh tubuh koi sehingga ikan tampak seperti dibedaki. Cara mengatasinya, pertahankam suhu kolam agar tidak kurang dari 21 0 C. selain itu, rendam koi ke dalam 0,5 gram Methylene Blue yang dilarutkan ke dalam 1.000 liter air. Lakukan perendaman selama tiga hari atau sampai koi benar-benar sehat.

e. Lumpuh
Koi yang menderita lumpuh biasanya akan berenang kaku atau miring. Jika kondisinya sudah parah, badannya tampak limbung ketika berenang dan ekornya bengkok ke atas jika sedang terdiam. Biasanya, penyakit ini terjadi akibat gangguan atau keracunan obat-obatan.

f. Punggung Kurus
Sepanjang punggung ikan tampak sangat kurus. Meskipun makan dan berenang seperti biasa, penampilan koi menjadi kurang menarik. Penyebab penyakit adalah terjadinya kerusakan (degenerasi) pada sel-sel lemak. Pemberian wortel, vitamin E, mineral, dan chorella (sejenis ganggang) dapat membantu mencegah terjadinya pernyakit ini.

g. Lernaeae
Penyakit ini disebabkan oleh sejenis udang-udang renik (Crustaceae), bukan oleh cacing seperti anggapan orang selama ini. Organisme sepanjang 20 mm ini bisa membenamkan separuh tubuhnya ke dalam tubuh ikan sehingga tampak seperti cacing yang menempel pada tubuh ikan. Mengatasi penyakit ini diperlukan kesabaran khusus karena harus mencabut satu per satu parasit tersebut dengan menggunakan pinset. Selanjutnya, bekas luka diobati dengan Merchurochrome. Sebelum pencabutan dilakukan, koi harus dibius terlebih dahulu dengan minyak cengkeh.

h. Cacar
Penyakit ini disebabkan oleh virus. Gejalanya berupa bercak putih berlendir yang memancarkan warna putih. Lama kelamaan bercak tersebut akan mengembang dan merah keabu-abuan. Sebenarnya penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi perlu waktu lama. Untuk mempercepat proses penyembuhan, berikan desinfektan pada air kolam.

i. Kolumnaris
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Fexibakter Columnaris. Jika terinfeksi bakteri ini, mulut koi tampak putih seperti terkena jamur. Supaya tidak menular, pindahkan koi ke dalam kolam yang berisi air bersih, lalu taburi garam sebanyak 10% dari volume air. Berbagai peralatan yang digunakan harus disterilisasi dengan larutan Fenoksietanol atau Nefuropirinol.

j. Dropsi
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini menyebabkan sisik mengelupas dan pembengkakan pada jaringan tubuh koi. Akibatnya, koi menjadi sulit berenang dan mengalami sesak napas. Cara paling praktis untuk mengatasinya adalah memberikan larutan anti bakteri atau menaburkan garam dapur. Supaya hasilnya optimal, tambahkan asam aksilin yang dicampur di dalam pakan.

k. Jamur Saprolegnia
Tubuh koi yang terkena jamur saprolegnia ditandai dengan munculnya serabut mirip kapas yang berwarna kehijauan akibat adanya ganggang (alga). Untuk melepaskan jamur ini rendam koi ke dalam campuran larutan dua sendok makan abate (pembasmi nyamuk demam berdarah) dan empat sendok makan garam dapur yang dimasukkan ke dalam koi ukuran 2 x 3. ulangi aplikasi ini sebanyak 3 – 4 kali sampai koi sembuh.

l. Cacing Kulit
Sebangsa cacing dari jenis Gyrodactilus sp. Ini membuat koi selalu merasa gatal dan menggosok-gosokkan badannya ke benda-benda keras di dalam kolam. Untuk mengatasinya, rendam koi selama 10 menit yang diberi larutan ke dalam 10 liter air antiparasit, misalnya Malacite Green 2%.

m. Busuk Sirip dan Ekor
Penyabab utamanya adalah bakteri Aeromonas Hydrophilla. Bakteri ini menempel pada tubuh ikan yang terluka, selanjutnya infeksi berkembang dengan cepat. Gejala awal tampak dari sirip koi yang berwarna suram, kemudian membusuk dan meninggalkan bekas luka berdarah. Penyakit ini sering terjadi jika kondisi kolam buruk. Lakukan pengobatan dengan Fenoksietanol, Nitrofurazon, atau Kloramin. Campurkan obat-obatan tersebut sebanyak 1 gr/kg pakan.

Dari beberapa jenis penyakit dan cara penanganan yang diuraikan diatas akan lebih efektif apabila pen- budidaya atau hobiis tetap memperhatikan kualitas air, terutama pada saat melakukan treatmen yaitu dengan cara menaikan suha air menjadi 28 – 30oC dengan mengunakan pemanas buatan (Heater).

 

 



Disadur dari buku :

- Koi : Si Ikan Panjang Umur ,penerbit Agro Media Pustaka 2005

- KOi Oleh Heru Susanto, penerbit Penebar swadaya 2005